Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
twitter
youtube
instagram
BPM
Call Support 081397167001
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMID
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMID
  • BERITA KEGIATAN
  • PUSAT
    • PPMI
      • SPMI
      • AMI
    • PPMEI
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • ARSIP
      • ARSIP DIGITAL
        • ARSIP BPMID
        • Artikel
      • BEST PRACTICE
      • Laporan Hasil Survey
    • Aplikasi
      • SPMI UMA
      • OPAC
      • SWAMP-D
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • REPOSITORI
    • HELP DESK
  • KERJASAMA

Materi Gelap dan Energi Gelap: Rahasia Terbesar Kosmologi

Posted on 29/04/202529/04/2025 by redha
0

Pendahuluan

Alam semesta yang kita lihat—bintang, planet, gas, dan debu—hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan isinya. Di balik keindahan langit malam, tersembunyi dua misteri besar yang hingga kini belum berhasil dipecahkan: materi gelap dan energi gelap. Keduanya tidak bisa dilihat, disentuh, atau dideteksi secara langsung, namun bukti kehadirannya tak terbantahkan. Bersama-sama, mereka membentuk sekitar 95% dari seluruh alam semesta, meninggalkan materi biasa—yang membentuk manusia, planet, dan bintang—hanya sebagai minoritas kecil.


Materi Gelap: Jejak yang Tak Terlihat

Pada awal abad ke-20, astronom menyadari ada sesuatu yang aneh dalam pergerakan galaksi. Bintang-bintang di tepi galaksi berputar jauh lebih cepat dari yang seharusnya jika hanya mengandalkan massa yang terlihat. Ini menandakan adanya massa tambahan yang tidak tampak: materi gelap.

Materi gelap tidak memancarkan, menyerap, atau memantulkan cahaya, sehingga tidak dapat diamati dengan teleskop biasa. Namun, efek gravitasinya jelas terlihat, baik dalam gerakan bintang di dalam galaksi maupun dalam fenomena lensa gravitasi—pembelokan cahaya dari objek jauh karena tarikan gravitasi oleh materi tak terlihat.

Berbagai teori telah diajukan untuk menjelaskan materi gelap. Beberapa kandidat utamanya adalah:

  • WIMPs (Weakly Interacting Massive Particles), partikel hipotetik berat yang jarang berinteraksi dengan materi biasa.
  • Axions, partikel sangat ringan yang juga diusulkan sebagai penyusun materi gelap.
  • MACHOs (Massive Compact Halo Objects), benda gelap besar seperti lubang hitam primordial.

Namun hingga kini, belum satu pun dari kandidat ini berhasil dideteksi secara langsung.


Energi Gelap: Pemicu Akselerasi Kosmik

Jika materi gelap adalah teka-teki besar, energi gelap adalah misteri yang lebih dalam lagi.

Pada tahun 1998, pengamatan terhadap supernova jarak jauh mengungkap fakta mengejutkan: alam semesta tidak hanya mengembang, tetapi ekspansinya semakin cepat. Ini berlawanan dengan dugaan awal bahwa gravitasi antar galaksi akan memperlambat ekspansi.

Untuk menjelaskan percepatan ini, para ilmuwan mengusulkan keberadaan energi gelap—sejenis energi yang memenuhi ruang kosong dan memiliki efek tolak terhadap gravitasi.

Energi gelap diperkirakan menyumbang sekitar 68% dari total energi alam semesta. Namun sifat dasarnya masih menjadi teka-teki. Beberapa hipotesis menyebutkan:

  • Konstanta kosmologis: Sebuah bentuk energi tetap yang diusulkan pertama kali oleh Einstein.
  • Quintessence: Bidang energi dinamis yang berubah dari waktu ke waktu.
  • Modifikasi teori gravitasi: Kemungkinan bahwa hukum gravitasi itu sendiri perlu direvisi pada skala kosmik.

Perbandingan: Materi Gelap vs Energi Gelap

AspekMateri GelapEnergi Gelap
Pengaruh utamaMenahan galaksi dan struktur kosmikMempercepat ekspansi alam semesta
DeteksiEfek gravitasi, lensa gravitasiPengamatan percepatan kosmik
Kandungan di alam semesta~27%~68%
Status saat iniDicari lewat eksperimen partikelDipelajari lewat pengamatan supernova dan CMB

Mengapa Mereka Penting?

Tanpa materi gelap, galaksi-galaksi tidak akan terbentuk seperti yang kita lihat. Tanpa energi gelap, sejarah dan masa depan alam semesta akan sangat berbeda. Memahami kedua entitas ini berarti memahami kerangka dasar dari keberadaan kita sendiri.

Penelitian tentang materi gelap dan energi gelap membuka jalan bagi pertanyaan-pertanyaan lebih besar: Apakah kita memahami gravitasi dengan benar? Apakah ada partikel atau medan baru yang belum kita ketahui? Apakah ada struktur lebih dalam dari kenyataan?

Tags: artikel, bpmid, uma terbaik

INSTAGRAM

I9 Form

PETA LOKASI

Berita Terbaru
Delegasi Universiti Kuala Lumpur Kunjungi Laboratorium Teknik Elektro UMA, Perkuat Kerja Sama Internasional
...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Siapkan Talenta Global dari Sumatera Utara
...
Rektor UMA Tetapkan Pejabat Sementara Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran
...
Prestasi Internasional, UMA Peringkat #1 PTS Sumatera Utara di QS Asia University Rankings 2026
...
Universitas Medan Area Selenggarakan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Akademik Dosen
...
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

  • 149
  • 144
  • 3,207
  • 19,734
  • 628,867
  • 306,644
  • 566
© 2026 BPM - Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian