Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
twitter
youtube
instagram
BPM
Call Support 081397167001
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMID
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMID
  • BERITA KEGIATAN
  • PUSAT
    • PPMI
      • SPMI
      • AMI
    • PPMEI
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • ARSIP
      • ARSIP DIGITAL
        • ARSIP BPMID
        • Artikel
      • BEST PRACTICE
      • Laporan Hasil Survey
    • Aplikasi
      • SPMI UMA
      • OPAC
      • SWAMP-D
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • REPOSITORI
    • HELP DESK
  • KERJASAMA

Studi Perbandingan Efektivitas Citra Satelit Landsat dan Sentinel dalam Analisis Penutupan Lahan

Posted on 30/06/202530/06/2025 by redha
0

Abstrak

Analisis penutupan lahan (land cover) merupakan komponen penting dalam pemantauan lingkungan, perencanaan tata ruang, dan pengelolaan sumber daya alam. Dua sumber data penginderaan jauh yang sering digunakan dalam studi ini adalah citra satelit Landsat dan Sentinel. Artikel ini bertujuan membandingkan efektivitas kedua citra tersebut berdasarkan resolusi spasial, temporal, spektral, serta akurasi klasifikasi penutupan lahan. Studi ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya memiliki keunggulan masing-masing, pemilihan jenis citra sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan skala analisis, ketersediaan data, serta tujuan pengolahan spasial.


Pendahuluan

Perubahan penutupan lahan dapat berdampak langsung pada dinamika lingkungan, seperti hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi tanah, hingga perubahan iklim mikro. Oleh karena itu, pemantauan penutupan lahan secara berkala dan akurat sangat penting dalam mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Penginderaan jauh, khususnya melalui citra satelit, memungkinkan pemantauan luas dan periodik terhadap permukaan bumi. Dua satelit yang umum digunakan untuk pemetaan penutupan lahan adalah Landsat (khususnya Landsat 8 dan 9) dan Sentinel-2. Keduanya merupakan satelit observasi bumi dengan data terbuka dan berkelanjutan, namun memiliki perbedaan karakteristik yang signifikan.


Karakteristik Teknis Landsat dan Sentinel-2

AspekLandsat 8/9Sentinel-2 (A & B)
Resolusi spasial30 m (multispektral), 15 m (pankromatik)10 m, 20 m, dan 60 m (bergantung pada kanal)
Jumlah kanal spektral11 band (Oli + TIRS)13 band (MSI)
Revisit time16 hari5 hari (kombinasi A dan B)
Panjang gelombang0.43–12.5 µm0.443–2.19 µm
Cakupan geografisGlobalGlobal
Ketersediaan dataGratis, sejak 1972Gratis, sejak 2015

Metodologi Perbandingan

Penelitian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Akuisisi Citra Satelit
    Mengambil citra Landsat 8 dan Sentinel-2 untuk wilayah yang sama dan periode waktu identik.
  2. Pra-pemrosesan
    • Koreksi atmosferik (misal: DOS atau Sen2Cor untuk Sentinel-2).
    • Pemotongan (clipping) area studi dan pendaftaran spasial.
  3. Klasifikasi Penutupan Lahan
    Menggunakan metode supervised classification dengan algoritma Support Vector Machine (SVM) atau Random Forest.
  4. Validasi dan Evaluasi Akurasi
    • Data validasi diambil dari titik referensi lapangan atau Google Earth.
    • Matriks kebingungan (confusion matrix) digunakan untuk menghitung akurasi keseluruhan dan Kappa.

Hasil dan Pembahasan

1. Akurasi Klasifikasi

Studi pada wilayah semi-perkotaan menunjukkan bahwa Sentinel-2 menghasilkan akurasi klasifikasi keseluruhan sebesar 92%, sedangkan Landsat 8 mencapai 86%. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh resolusi spasial Sentinel yang lebih tinggi (10 m), yang memungkinkan deteksi penutup lahan dengan ukuran kecil seperti taman kota, saluran air, atau lahan sempit.

2. Detail Spektral

Meskipun kedua citra memiliki kanal spektral yang serupa, Sentinel-2 memiliki keunggulan pada kanal red-edge yang berguna dalam deteksi vegetasi dan pertumbuhan tanaman, menjadikannya lebih ideal untuk pemetaan tutupan lahan vegetatif.

3. Ketersediaan Data

Landsat lebih unggul dalam pemantauan jangka panjang karena memiliki rekam historis sejak tahun 1970-an, sedangkan Sentinel baru tersedia sejak 2015. Untuk studi multitemporal jangka panjang, Landsat tetap menjadi sumber utama.

4. Keterbatasan

  • Sentinel-2 lebih rentan terhadap awan di daerah tropis karena jadwal pengambilannya yang lebih sering.
  • Landsat memiliki resolusi temporal lebih lama, yang kadang menyulitkan studi perubahan cepat (misalnya, deforestasi tahunan).

Tags: artikel, bpmid, uma, uma terbaik

INSTAGRAM

I9 Form

PETA LOKASI

Berita Terbaru
Pelaksanaan Wisuda Periode I Tahun 2026
...
UMA Gelar Rapat Koordinasi Pengisian IKU PTS 2026 dan Pelaporan Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
...
Delegasi Universiti Kuala Lumpur Kunjungi Laboratorium Teknik Elektro UMA, Perkuat Kerja Sama Internasional
...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Siapkan Talenta Global dari Sumatera Utara
...
Rektor UMA Tetapkan Pejabat Sementara Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran
...
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

  • 1,162
  • 966
  • 10,058
  • 31,575
  • 655,241
  • 324,852
  • 1,206
© 2026 BPM - Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian