Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
twitter
youtube
instagram
BPM
Call Support 081397167001
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMID
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMID
  • BERITA KEGIATAN
  • PUSAT
    • PPMI
      • SPMI
      • AMI
    • PPMEI
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • ARSIP
      • ARSIP DIGITAL
        • ARSIP BPMID
        • Artikel
      • BEST PRACTICE
      • Laporan Hasil Survey
    • Aplikasi
      • SPMI UMA
      • OPAC
      • SWAMP-D
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • REPOSITORI
    • HELP DESK
  • KERJASAMA

Jejak Kejayaan Kerajaan Kush: Misteri Piramida di Sudan

Posted on 07/07/202507/07/2025 by redha
0

Pendahuluan

Ketika mendengar kata “piramida”, pikiran kita hampir selalu tertuju pada Mesir. Namun, jauh di selatan Sungai Nil, tepatnya di wilayah yang kini dikenal sebagai Sudan, berdiri lebih dari dua ratus piramida kuno yang menyimpan kisah kejayaan peradaban Afrika yang sering terlupakan: Kerajaan Kush. Piramida-piramida ini tidak hanya menandingi jumlah piramida di Mesir, tetapi juga memiliki keunikan bentuk, fungsi, dan sejarah yang layak mendapat perhatian dunia.


Piramida Meroë: Pusaka Kerajaan Kuno

Salah satu situs terpenting peninggalan Kerajaan Kush adalah Meroë, yang terletak sekitar 200 kilometer di sebelah timur laut ibu kota Sudan, Khartoum. Di tempat inilah sebagian besar piramida Sudan ditemukan. Piramida-piramida Meroë dibangun sebagai makam para raja, ratu, dan bangsawan Kush antara abad ke-8 SM hingga abad ke-4 M.

Berbeda dari piramida Mesir yang lebih besar dan landai, piramida di Sudan cenderung berukuran lebih kecil, ramping, dan meruncing tajam. Meski lebih sederhana secara struktur, piramida ini menunjukkan pengaruh artistik dan religius yang kompleks, mencerminkan campuran budaya lokal dan Mesir Kuno.


Kerajaan Kush: Rival dan Pewaris Mesir

Kerajaan Kush adalah kekuatan besar di wilayah Nubia yang kerap menjadi pesaing sekaligus pewaris kebudayaan Mesir. Bahkan, pada suatu masa sekitar abad ke-8 SM, Raja Kush bernama Piye berhasil menaklukkan Mesir dan mendirikan Dinasti ke-25, yang dikenal sebagai Dinasti Firaun Hitam.

Pengaruh Mesir dalam arsitektur, sistem keagamaan, hingga hieroglif terlihat jelas pada kompleks pemakaman kerajaan Kush. Namun, Kush tidak sekadar meniru. Mereka mengadaptasi dan mengembangkan bentuk piramida sesuai dengan kosmologi mereka sendiri, dengan penekanan pada simbol-simbol lokal dan struktur sosial mereka.


Makam, Bukan Monumen Megah

Piramida di Sudan bukanlah monumen monumental seperti di Giza. Tingginya rata-rata hanya sekitar 6–30 meter. Namun, fungsinya jelas: sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para bangsawan. Di dalamnya terdapat ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai makam, yang dulu dilengkapi dengan barang-barang berharga, lukisan dinding, dan persembahan religius.

Sayangnya, banyak dari piramida ini rusak akibat penjarahan pada abad ke-19. Salah satu yang paling terkenal adalah Giuseppe Ferlini, seorang pemburu harta asal Italia yang meledakkan sebagian puncak piramida untuk mencari emas. Akibat ulah tersebut, banyak struktur bersejarah mengalami kerusakan permanen.


Upaya Pelestarian dan Studi Arkeologi Modern

Dalam beberapa dekade terakhir, para arkeolog dari berbagai negara mulai memusatkan perhatian pada situs-situs Kush. Pemerintah Sudan bersama lembaga-lembaga internasional berusaha melestarikan warisan budaya ini melalui pemetaan, restorasi, dan penggalian ilmiah.

Salah satu tantangan terbesar adalah minimnya infrastruktur dan dukungan teknologi. Namun, berkat citra satelit, pemodelan digital, dan kerja sama multinasional, pengetahuan kita tentang peradaban Kush terus berkembang.


Penutup

Piramida di Sudan adalah pengingat bahwa sejarah Afrika lebih luas dari yang kita bayangkan. Ia menyimpan kisah peradaban besar yang pernah berdiri sejajar dengan Mesir Kuno, membangun monumen megah, dan menciptakan warisan budaya yang hingga kini masih dipelajari.

Mereka bukan sekadar batu tua di gurun, melainkan simbol kekuatan, kepercayaan, dan identitas masyarakat Kush yang pantas mendapatkan tempat di panggung sejarah dunia.

Tags: artikel, bpmid, uma, uma terbaik

INSTAGRAM

I9 Form

PETA LOKASI

Berita Terbaru
Pelaksanaan Wisuda Periode I Tahun 2026
...
UMA Gelar Rapat Koordinasi Pengisian IKU PTS 2026 dan Pelaporan Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
...
Delegasi Universiti Kuala Lumpur Kunjungi Laboratorium Teknik Elektro UMA, Perkuat Kerja Sama Internasional
...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Siapkan Talenta Global dari Sumatera Utara
...
Rektor UMA Tetapkan Pejabat Sementara Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran
...
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

  • 972
  • 821
  • 11,917
  • 34,368
  • 660,581
  • 328,175
  • 421
© 2026 BPM - Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian