Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
twitter
youtube
instagram
BPM
Call Support 081397167001
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMID
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMID
  • BERITA KEGIATAN
  • PUSAT
    • PPMI
      • SPMI
      • AMI
    • PPMEI
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • ARSIP
      • ARSIP DIGITAL
        • ARSIP BPMID
        • Artikel
      • BEST PRACTICE
      • Laporan Hasil Survey
    • Aplikasi
      • SPMI UMA
      • OPAC
      • SWAMP-D
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • REPOSITORI
    • HELP DESK
  • KERJASAMA

Penyebab Terbentuknya Batu Karang

Posted on 18/04/202418/04/2024 by Super Admin
0

Batu ginjal, atau nefrolitiasis, adalah kondisi medis yang terjadi ketika material padat terbentuk dalam ginjal. Batu ginjal terbentuk akibat penumpukan kristal di dalam urin yang terakumulasi dan membentuk massa padat. Beberapa faktor yang berperan dalam pembentukan batu ginjal antara lain:

  1. Kelebihan Mineral dan Garam: Batu ginjal terbentuk ketika urin mengandung terlalu banyak mineral dan garam, seperti kalsium, oksalat, atau asam urat. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak dapat melarutkan atau mengeluarkan zat-zat tersebut dengan cukup cepat.
  2. Kekurangan Cairan: Dehidrasi atau kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan konsentrasi urin meningkat, sehingga kristal lebih mudah terbentuk dan mengendap di ginjal.
  3. Diet: Diet yang tinggi kandungan oksalat (seperti dalam cokelat, bayam, teh) dan kalsium (seperti dalam produk susu) dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Begitu pula dengan konsumsi makanan tinggi purin (seperti daging merah) yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam urin.
  4. Riwayat Keluarga: Riwayat batu ginjal dalam keluarga dapat meningkatkan risiko individu untuk mengembangkan kondisi ini.
  5. Obesitas: Kelebihan berat badan atau obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal karena perubahan dalam metabolisme dan pengaturan urin.
  6. Kondisi Medis Tertentu: Beberapa kondisi medis, seperti hiperparatiroidisme, diabetes, dan penyakit inflamasi usus, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
  7. Obat-obatan: Beberapa obat, seperti diuretik tertentu atau obat yang mengandung kalsium, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
  8. Infeksi Saluran Kemih: Infeksi saluran kemih berulang dapat meningkatkan risiko batu ginjal dengan membentuk batu struvit.

Gejala batu ginjal meliputi nyeri di daerah pinggang atau perut, nyeri saat buang air kecil, dan darah dalam urin. Untuk mencegah batu ginjal, penting untuk menjaga hidrasi yang cukup, mengatur asupan makanan yang berisiko, dan memantau kesehatan secara rutin. Penanganan batu ginjal meliputi penggunaan obat, terapi gelombang kejut, atau prosedur bedah jika diperlukan.

INSTAGRAM

I9 Form

PETA LOKASI

Berita Terbaru
Rektor UMA Tetapkan Pejabat Sementara Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran
...
Prestasi Internasional, UMA Peringkat #1 PTS Sumatera Utara di QS Asia University Rankings 2026
...
Universitas Medan Area Selenggarakan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Akademik Dosen
...
Rektor UMA Sambut Audiensi BKSTI dalam Pembahasan Kongres BKSTI XI dan ICoIE 2026
...
Universitas Medan Area Perkuat Komitmen Pelindungan Hak Cipta melalui PKS Kekayaan Intelektual
...
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

  • 45
  • 33
  • 4,833
  • 19,912
  • 626,258
  • 304,224
  • 2,778
© 2026 BPM - Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian