Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
twitter
youtube
instagram
BPM
Call Support 081397167001
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMID
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMID
  • BERITA KEGIATAN
  • PUSAT
    • PPMI
      • SPMI
      • AMI
    • PPMEI
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • ARSIP
      • ARSIP DIGITAL
        • ARSIP BPMID
        • Artikel
      • BEST PRACTICE
      • Laporan Hasil Survey
    • Aplikasi
      • SPMI UMA
      • OPAC
      • SWAMP-D
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • REPOSITORI
    • HELP DESK
  • KERJASAMA

Analisis Geotektonik Pulau Sumatera: Studi Kasus Patahan Besar Sumatera

Posted on 30/06/202530/06/2025 by redha
0

Abstrak

Pulau Sumatera merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas tektonik tinggi akibat posisinya yang berdekatan dengan zona subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia. Salah satu struktur utama yang menampung energi tektonik adalah Patahan Besar Sumatera (Sumatran Fault System/SFS), yaitu sistem sesar geser (strike-slip) sepanjang lebih dari 1.900 km yang membentang dari ujung utara hingga selatan pulau. Artikel ini menganalisis karakteristik geotektonik Pulau Sumatera dengan fokus pada morfologi, dinamika, dan implikasi seismik dari Patahan Besar Sumatera, serta memberikan gambaran spasial kerentanannya terhadap gempa bumi.


Pendahuluan

Indonesia merupakan wilayah dengan dinamika tektonik yang sangat aktif, dan Pulau Sumatera menjadi salah satu zona utama aktivitas tersebut. Sumber utama deformasi tektonik di pulau ini adalah interaksi antara lempeng samudera Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng benua Eurasia. Selain zona subduksi di barat pulau, terdapat sistem sesar aktif yang sangat signifikan, yakni Patahan Besar Sumatera.

Sistem patahan ini bukan hanya berperan dalam pelepasan energi seismik, tetapi juga membentuk lanskap, mengontrol drainase sungai, dan menjadi faktor penentu dalam zonasi rawan gempa. Oleh karena itu, studi geotektonik terhadap SFS sangat penting untuk perencanaan wilayah, mitigasi bencana, dan pemahaman ilmiah tektonik regional.


Karakteristik Geotektonik Pulau Sumatera

  1. Zona Subduksi Sunda
    • Terletak di sepanjang pantai barat Sumatera.
    • Menyebabkan pembentukan palung laut dan jalur gunung api.
    • Menjadi sumber gempa besar dan tsunami (seperti tsunami Aceh 2004).
  2. Sistem Patahan Besar Sumatera (SFS)
    • Panjang ±1.900 km, dari Aceh hingga Lampung.
    • Terdiri dari >20 segmen sesar aktif, seperti segmen Aceh, Renun, Toru, Manna, dan Semangko.
    • Tipe sesar: strike-slip dextral (geser kanan).
    • Mengontrol morfologi pegunungan Bukit Barisan.
  3. Cekungan Tektonik dan Vulkanik
    • Cekungan intermontana di antara segmen sesar, mengakumulasi sedimen dan aktivitas hidrotermal.
    • Ditemukan danau tektonik seperti Danau Toba dan Danau Singkarak.

Studi Kasus: Sesar Semangko dan Implikasinya

  • Lokasi: Segmen bagian selatan dari SFS, membentang dari Danau Ranau ke arah Teluk Semangka.
  • Aktivitas: Menunjukkan slip rate sekitar 11–27 mm/tahun.
  • Seismisitas: Tercatat beberapa gempa signifikan seperti gempa Liwa (1994, M6.8).
  • Morfologi: Memunculkan lembah lurus, kelurusan sungai, dan depresi graben.

Metode Analisis Geotektonik

  1. Interpretasi Citra Satelit dan DEM
    • Identifikasi kelurusan morfologi, aliran sungai terpotong, dan depresi tektonik.
  2. Data Seismik
    • Menggunakan katalog gempa dari BMKG dan USGS (1970–2024).
    • Analisis sebaran episenter dan kedalaman gempa di sepanjang jalur sesar.
  3. Pemodelan Slip Rate
    • Berdasarkan pengukuran GPS dan InSAR.
    • Mengukur laju pergeseran antar segmen sesar.
  4. Pemetaan SIG (GIS)
    • Overlay sesar aktif, permukiman padat, dan infrastruktur penting.
    • Digunakan untuk perencanaan tata ruang berbasis risiko.

Temuan dan Diskusi

  • Segmen-segmen aktif SFS menunjukkan konsentrasi aktivitas gempa bumi dangkal (<70 km), yang sangat merusak.
  • SFS memotong banyak kota besar seperti Banda Aceh, Padang, Bukittinggi, dan Liwa, sehingga menjadi ancaman langsung terhadap keselamatan penduduk.
  • Kelurusan topografi dan anomali sungai memperkuat indikasi keaktifan sesar dalam waktu geologis yang masih sangat muda (Kuarter).
  • Dampak ekologis dan sosial: Kerentanan terhadap longsor, retakan tanah, dan kerusakan bangunan akibat aktivitas sesar tinggi di zona permukiman.

Tags: artikel, bpmid, uma, uma terbaik

INSTAGRAM

I9 Form

PETA LOKASI

Berita Terbaru
UMA Gelar Rapat Koordinasi Pengisian IKU PTS 2026 dan Pelaporan Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
...
Delegasi Universiti Kuala Lumpur Kunjungi Laboratorium Teknik Elektro UMA, Perkuat Kerja Sama Internasional
...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Siapkan Talenta Global dari Sumatera Utara
...
Rektor UMA Tetapkan Pejabat Sementara Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran
...
Prestasi Internasional, UMA Peringkat #1 PTS Sumatera Utara di QS Asia University Rankings 2026
...
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

  • 1,818
  • 988
  • 10,432
  • 23,437
  • 641,578
  • 315,186
  • 692
© 2026 BPM - Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian