Abstrak
Kualitas air minum merupakan faktor penting dalam kesehatan masyarakat. Studi ini membandingkan kualitas air minum di daerah perkotaan dan pedesaan dengan meninjau parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun air di perkotaan lebih terkontrol melalui sistem pengolahan, masih terdapat risiko kontaminasi kimia akibat polusi industri. Sementara itu, air di pedesaan lebih rentan terhadap kontaminasi bakteriologis akibat keterbatasan sistem sanitasi. Rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kualitas air di kedua wilayah disajikan dalam studi ini.
Pendahuluan
Air minum yang berkualitas merupakan kebutuhan dasar manusia untuk mendukung kesehatan dan kehidupan yang berkelanjutan. Namun, kualitas air dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografis, sumber air, dan sistem pengolahan yang digunakan. Di daerah perkotaan, air minum biasanya berasal dari sistem distribusi yang telah melewati proses pengolahan, sedangkan di pedesaan, air sering kali berasal dari sumur atau mata air dengan perlakuan minimal.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas air minum di daerah perkotaan dan pedesaan berdasarkan parameter utama yang menentukan kelayakan air untuk dikonsumsi.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode analisis laboratorium dan survei lapangan dengan pendekatan berikut:
- Pengambilan Sampel Air: Sampel diambil dari sumber air minum di daerah perkotaan dan pedesaan.
- Analisis Parameter Kualitas Air:
- Fisik: Warna, kekeruhan, suhu.
- Kimia: pH, kandungan logam berat, nitrat, dan klorin.
- Mikrobiologi: Keberadaan bakteri Escherichia coli dan total coliform.
- Perbandingan dengan Standar WHO dan Nasional.
- Wawancara dengan Masyarakat: Untuk memahami persepsi dan kebiasaan konsumsi air.
Hasil dan Pembahasan
1. Parameter Fisik
- Air di perkotaan cenderung lebih jernih dengan kekeruhan rata-rata <1 NTU.
- Air di pedesaan memiliki variasi kekeruhan lebih tinggi, terutama saat musim hujan.
2. Parameter Kimia
- Air di perkotaan memiliki pH yang stabil antara 6,8-7,5, namun mengandung residu klorin.
- Air di pedesaan sering kali memiliki pH yang lebih rendah (<6,5) dan kandungan nitrat yang lebih tinggi akibat aktivitas pertanian.
3. Parameter Mikrobiologi
- Sampel dari daerah perkotaan menunjukkan tingkat kontaminasi bakteri lebih rendah dibandingkan pedesaan.
- Di pedesaan, 35% sampel mengandung bakteri coliform di atas ambang batas aman WHO.
| Parameter | Perkotaan | Pedesaan |
|---|---|---|
| Kekeruhan (NTU) | <1 | 2-5 |
| pH | 6,8-7,5 | <6,5 |
| Kandungan Nitrat (mg/L) | 5-10 | 10-25 |
| Kandungan Logam Berat | Aman | Beberapa sampel mengandung Fe dan Mn berlebih |
| Kontaminasi Bakteri (%) | 5% | 35% |
