Biro Penjaminan Mutu dan Informasi Digital (BPMID) Universitas Medan Area melaksanakan Rapat Persiapan Pengembangan Aplikasi Pemutu pada Selasa, 18 November 2025, bertempat di Ruang Rapat BPMID. Rapat dipimpin oleh Kepala BPMID, Dr. M. Khahfi Zuhanda, S.Si., M.Si., dan dihadiri oleh kepala pusat serta tim pengembang aplikasi di lingkungan BPMID.
Rapat ini membahas langkah awal pengembangan Aplikasi Pemutu, sebuah sistem digital yang dirancang untuk memperkuat pemantauan dan evaluasi mutu perguruan tinggi secara lebih terintegrasi dan berbasis data. Dua aplikasi utama menjadi fokus pembahasan, yaitu Aplikasi Data Center dan Aplikasi SIAKU yang akan mendapatkan pembaruan fitur serta integrasi tambahan.
Pada sesi pembahasan, Dr. M. Khahfi Zuhanda menekankan bahwa pengembangan Aplikasi Pemutu akan mengoptimalkan infrastruktur digital yang sudah dimiliki UMA, khususnya Data Center, melalui penambahan menu khusus Pemutu. Menu ini nantinya tidak hanya menyajikan data, tetapi juga dilengkapi fitur perhitungan otomatis untuk mengidentifikasi capaian program studi. Analisis indikator akan mengacu pada 14 poin Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Mutu Perguruan Tinggi sesuai Peraturan BAN-PT Nomor 5 Tahun 2024, di antaranya persentase penurunan mahasiswa baru, jumlah dosen tetap, jabatan akademik dosen, hingga keberhasilan studi.
Rapat juga membahas pengembangan Aplikasi SIAKU yang akan diperbarui dengan daftar pertanyaan kuesioner baru, meliputi aspek pelayanan akademik, fasilitas kampus, dan SPMI. Tampilan kuesioner mahasiswa direncanakan lebih informatif dengan visualisasi persentase serta fitur cetak. Selain itu, hasil kuesioner akan terintegrasi ke dalam Aplikasi AMADI sehingga dosen dapat melihat nilai evaluasi dan saran mahasiswa secara langsung.
Pelaksanaan pengisian kuesioner mahasiswa direncanakan dibuka pada 24 November hingga 31 Desember 2025. Tim juga mempertimbangkan integrasi pengisian angket dalam setiap perkuliahan sebagai alternatif monitoring kehadiran dosen (WASKAT).
Sebagai kesimpulan, pengembangan Aplikasi Pemutu akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas awal penyelesaian minimal lima indikator utama yang datanya sudah tersedia. Data yang belum tersedia akan dipenuhi melalui proses import rekap, dan setiap kendala pengembangan akan dikoordinasikan antara PDAI dan BPMID.
Rapat ini menjadi langkah strategis BPMID dalam memperkuat digitalisasi penjaminan mutu dan mendukung arah pengembangan UMA menuju Green Digital University melalui sistem pemantauan mutu yang lebih terstruktur, real-time, dan berbasis data.
