Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
twitter
youtube
instagram
BPM
Call Support 081397167001
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMID
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMID
  • BERITA KEGIATAN
  • PUSAT
    • PPMI
      • SPMI
      • AMI
    • PPMEI
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • ARSIP
      • ARSIP DIGITAL
        • ARSIP BPMID
        • Artikel
      • BEST PRACTICE
      • Laporan Hasil Survey
    • Aplikasi
      • SPMI UMA
      • OPAC
      • SWAMP-D
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • REPOSITORI
    • HELP DESK
  • KERJASAMA

Geotektonik dan Distribusi Sumber Daya Energi Bawah Permukaan di Indonesia Timur

Posted on 30/06/202530/06/2025 by redha
0

Abstrak

Indonesia Timur merupakan wilayah yang memiliki kompleksitas geotektonik tinggi akibat pertemuan dan interaksi beberapa lempeng tektonik aktif. Kompleksitas ini menciptakan kondisi geologi yang mendukung pembentukan berbagai jenis sumber daya energi bawah permukaan, seperti minyak bumi, gas alam, panas bumi, dan batubara. Artikel ini mengkaji hubungan antara konfigurasi geotektonik dan persebaran sumber daya energi bawah permukaan di kawasan Indonesia Timur, dengan pendekatan spasial dan geologi struktural. Temuan ini menunjukkan bahwa zona deformasi aktif, cekungan sedimen, dan zona magmatisme berperan besar dalam menentukan potensi energi di kawasan tersebut.


Pendahuluan

Wilayah Indonesia Timur yang mencakup Papua, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara memiliki posisi tektonik yang sangat dinamis. Zona pertemuan antara Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia menciptakan pola struktur geotektonik kompleks yang meliputi zona subduksi, sesar aktif, cekungan sedimenter, dan jalur magmatik. Keragaman struktur ini menjadi salah satu penyebab utama terbentuknya berbagai jenis sumber daya energi bawah permukaan.

Dalam konteks ketahanan energi nasional, pemahaman terhadap distribusi spasial sumber daya energi dan kaitannya dengan dinamika geotektonik sangat penting. Oleh karena itu, pendekatan berbasis geoteknologi dan pemodelan geologi struktural diperlukan untuk mengevaluasi dan memetakan potensi energi secara akurat dan berkelanjutan.


Kerangka Geotektonik Indonesia Timur

1. Zona Subduksi dan Kolisi

  • Subduksi Laut Banda dan Laut Maluku menghasilkan aktivitas magmatik yang mendukung potensi panas bumi.
  • Zona kolisi Papua membentuk struktur lipatan dan sesar dalam yang menjadi jebakan hidrokarbon.

2. Sesar-Sesar Aktif

  • Sesar Sorong, Sesar Tarera-Aiduna, dan Sesar Palu-Koro berfungsi sebagai kanal migrasi fluida dan struktur jebakan (trap) minyak dan gas.

3. Cekungan Sedimenter

  • Cekungan Bintuni, Waropen, Bone, dan Seram memiliki endapan sedimen tebal yang ideal untuk akumulasi hidrokarbon.

4. Jalur Magmatik dan Vulkanik

  • Jalur Banda–Halmahera dan Flores–Lombok–Sumbawa merupakan zona panas bumi aktif yang potensial.

Distribusi Sumber Daya Energi Bawah Permukaan

Jenis EnergiLokasi PotensialFaktor Geotektonik Pendukung
Minyak dan GasCekungan Bintuni, WaropenStruktur lipatan, sesar, dan cekungan sedimen
Panas BumiFlores, Halmahera, TernateAktivitas magmatik dan vulkanik
BatubaraPapua bagian selatanEndapan fluvial–deltaik dalam cekungan tektonik
Gas Metana Batubara (CBM)Papua dan Maluku SelatanInteraksi batubara dengan zona sesar

Studi Kasus: Cekungan Bintuni, Papua Barat

  • Struktur Geotektonik: Merupakan bagian dari zona kolisional antara Paparan Australia dan Lempeng Pasifik.
  • Ciri Geologi: Memiliki sistem lipatan dan sesar normal yang membentuk perangkap hidrokarbon.
  • Potensi Energi: Merupakan lokasi proyek LNG Tangguh dengan cadangan gas alam besar yang terjebak di batuan pasir dalam formasi Klasaman dan Roabiba.

Peran Geoteknologi dalam Analisis

  1. Citra Satelit & DEM: Untuk memetakan pola kelurusan (lineament) dan struktur permukaan.
  2. SIG (GIS): Untuk overlay data geologi, sumur bor, dan produksi energi dalam skala spasial.
  3. Pemodelan Seismik & Geofisika: Untuk membangun model bawah permukaan dan identifikasi struktur jebakan.
  4. Pemodelan 3D: Menampilkan konfigurasi lipatan, sesar, dan reservoir energi secara visual dan kuantitatif.

Implikasi Ekonomi dan Kebijakan

  • Pengembangan Energi Berkelanjutan: Zona panas bumi di Indonesia Timur memiliki potensi dikembangkan sebagai alternatif bersih energi fosil.
  • Perlindungan Lingkungan: Wilayah energi yang tumpang tindih dengan kawasan konservasi perlu ditangani melalui zonasi bijak berbasis geospasial.
  • Pemerataan Infrastruktur Energi: Distribusi energi di wilayah timur membutuhkan pendekatan spasial dan berbasis potensi lokal.

Tags: artikel, bpmid, uma, uma terbaik

INSTAGRAM

I9 Form

PETA LOKASI

Berita Terbaru
Pelaksanaan Wisuda Periode I Tahun 2026
...
UMA Gelar Rapat Koordinasi Pengisian IKU PTS 2026 dan Pelaporan Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
...
Delegasi Universiti Kuala Lumpur Kunjungi Laboratorium Teknik Elektro UMA, Perkuat Kerja Sama Internasional
...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Siapkan Talenta Global dari Sumatera Utara
...
Rektor UMA Tetapkan Pejabat Sementara Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran
...
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

  • 453
  • 388
  • 9,349
  • 30,866
  • 654,532
  • 324,274
  • 188
© 2026 BPM - Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian