Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
twitter
youtube
instagram
BPM
Call Support 081397167001
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMID
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMID
  • BERITA KEGIATAN
  • PUSAT
    • PPMI
      • SPMI
      • AMI
    • PPMEI
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • ARSIP
      • ARSIP DIGITAL
        • ARSIP BPMID
        • Artikel
      • BEST PRACTICE
      • Laporan Hasil Survey
    • Aplikasi
      • SPMI UMA
      • OPAC
      • SWAMP-D
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • REPOSITORI
    • HELP DESK
  • KERJASAMA

Peneliti UMA dan IPB University Temukan Spesies Baru

Posted on 05/06/202530/06/2025 by redha
0

Keanekaragaman hayati di kawasan pesisir Indonesia kembali mencatat pencapaian penting. Tim peneliti dari Universitas Medan Area (UMA) dan IPB University berhasil menemukan dan mendeskripsikan spesies undur-undur laut baru dari genus Emerita, yang ditemukan di pesisir selatan Pulau Jawa, tepatnya di daerah Pangandaran dan Cilacap. Spesies tersebut diberi nama Emerita pangandaran dan telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi, Zootaxa, pada 5 Mei 2025.

Undur-undur laut, yang juga dikenal sebagai mole crab, merupakan krustasea kecil yang hidup di zona intertidal pantai berpasir. Sebelumnya, hanya satu spesies dari genus Emerita yang tercatat berada di perairan Indonesia, yakni Emerita emeritus. Namun, dalam ekspedisi ilmiah terbaru, para peneliti berhasil menemukan spesimen yang memiliki perbedaan morfologi dan genetik yang mencolok dibandingkan dengan spesies yang telah dikenal sebelumnya.

Menurut Dr. Achmad Farajallah, dosen Departemen Biologi IPB University sekaligus penulis utama publikasi, Emerita pangandaran memiliki ciri khas berupa tepi depan karapas (cangkang punggung) yang bergerigi atau crenulate, berbeda dengan E. emeritus yang memiliki tepian halus. Perbedaan ini didukung oleh hasil analisis DNA mitokondria pada gen COI, yang menunjukkan perbedaan genetik sebesar 15–16 persen—angka yang menandakan terjadinya spesiasi evolusioner secara nyata.

Spesimen Emerita pangandaran dikumpulkan dari zona intertidal pantai berpasir kasar di wilayah Pangandaran dan Cilacap. Saat ini, spesimen tersebut telah disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense sebagai referensi ilmiah sekaligus upaya konservasi.

Penelitian ini juga melibatkan dua dosen dan peneliti muda dari Universitas Medan Area (UMA), yakni Dr. Nisfa Hanim dan Dr. Vinna Windy Putri, yang berperan aktif dalam proses eksplorasi, analisis data, hingga penyusunan publikasi ilmiah. Keterlibatan UMA dalam studi ini mencerminkan komitmen institusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, terutama di bidang keanekaragaman hayati dan ekologi wilayah pesisir.

Universitas Medan Area menyatakan kebanggaannya dapat berkontribusi dalam penemuan ilmiah penting ini, serta menegaskan dukungan berkelanjutan terhadap riset strategis yang berdampak pada pelestarian sumber daya alam Indonesia.

INSTAGRAM

I9 Form

PETA LOKASI

Berita Terbaru
Delegasi Universiti Kuala Lumpur Kunjungi Laboratorium Teknik Elektro UMA, Perkuat Kerja Sama Internasional
...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Siapkan Talenta Global dari Sumatera Utara
...
Rektor UMA Tetapkan Pejabat Sementara Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran
...
Prestasi Internasional, UMA Peringkat #1 PTS Sumatera Utara di QS Asia University Rankings 2026
...
Universitas Medan Area Selenggarakan Bimbingan Teknis Kenaikan Jabatan Akademik Dosen
...
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

  • 78
  • 69
  • 3,676
  • 19,828
  • 628,239
  • 306,051
  • 226
© 2026 BPM - Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian