Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
twitter
youtube
instagram
BPM
Call Support 081397167001
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • Profil BPMID
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Organisasi
    • Program Kerja BPMID
  • BERITA KEGIATAN
  • PUSAT
    • PPMI
      • SPMI
      • AMI
    • PPMEI
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • ARSIP
      • ARSIP DIGITAL
        • ARSIP BPMID
        • Artikel
      • BEST PRACTICE
      • Laporan Hasil Survey
    • Aplikasi
      • SPMI UMA
      • OPAC
      • SWAMP-D
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • REPOSITORI
    • HELP DESK
  • KERJASAMA

Zero Waste Bukan Cuma Tren: Ini Cara Nyatanya untuk Pemula

Posted on 25/03/202525/03/2025 by redha
0

Beberapa tahun terakhir, istilah zero waste makin populer. Foto-foto toples bening berisi sampah setahun, belanja tanpa plastik, hingga produk ramah lingkungan bertebaran di media sosial. Tapi di balik tampilannya yang estetik, ada hal yang jauh lebih penting: kesadaran akan dampak sampah terhadap bumi.

Zero waste bukan gaya hidup eksklusif atau tren sesaat. Ia adalah pilihan sadar untuk hidup lebih bertanggung jawab, dengan prinsip sederhana: menghasilkan sesedikit mungkin sampah dan memanfaatkan kembali apa yang ada.

Kalau kamu baru tertarik untuk mencoba, tak perlu bingung. Berikut adalah cara nyata memulai zero waste dengan langkah kecil yang bisa langsung kamu terapkan.


1. Mulai dari Apa yang Kamu Punya

Salah satu kesalahan umum pemula adalah membuang semua barang “tidak ramah lingkungan” lalu membeli produk zero waste baru. Padahal, prinsip utama dari zero waste justru menggunakan barang yang sudah ada hingga benar-benar habis.

Contoh:

  • Gunakan dulu botol plastik yang kamu punya sebelum membeli tumbler baru
  • Pakai kantong kresek bekas sebagai tempat sampah
  • Habiskan sabun cair sebelum beralih ke sabun batang

Menghargai yang sudah ada adalah langkah awal paling penting.


2. Kurangi, Bukan Harus Langsung Nol

Zero waste tidak berarti kamu harus langsung hidup tanpa menghasilkan sampah sama sekali. Fokuslah pada pengurangan secara perlahan, bukan kesempurnaan.

Mulai dari pertanyaan sederhana:

“Apa kebiasaan sehari-hari yang paling sering menghasilkan sampah?”

Lalu ubah satu per satu:

  • Bawa tas belanja sendiri
  • Tolak sedotan plastik
  • Bawa wadah saat beli makanan

Satu kebiasaan baik lebih baik dari niat sempurna yang tak pernah dijalankan.


3. Ganti Barang Sekali Pakai dengan yang Bisa Dipakai Ulang

Jika kamu sudah siap berinvestasi sedikit, mulailah mengganti barang-barang sekali pakai dengan alternatif yang lebih awet. Misalnya:

  • Ganti tisu dengan saputangan
  • Gunakan botol minum dan alat makan pribadi
  • Pakai pembalut kain atau menstrual cup bagi perempuan

Ingat, tidak semua perlu diganti sekaligus. Lakukan perlahan, sesuai kebutuhan dan kemampuan.


4. Bijak Saat Berbelanja

Gaya hidup zero waste juga soal kebiasaan membeli dengan lebih sadar.
Tanyakan sebelum membeli sesuatu:

  • Apakah aku benar-benar membutuhkannya?
  • Bisa dipakai berulang kali?
  • Bahannya bisa didaur ulang?

Lebih baik beli satu barang berkualitas yang tahan lama, daripada lima barang murah yang cepat rusak.


5. Kenali dan Manfaatkan Bank Sampah atau Komunitas Lokal

Jika kamu punya sampah anorganik seperti botol, kardus, atau plastik kemasan, cari tahu apakah ada bank sampah di sekitar tempat tinggalmu. Kamu juga bisa gabung ke komunitas lingkungan yang punya program daur ulang kolektif.

Dengan begitu, sampahmu tidak langsung berakhir di TPA dan kamu bisa belajar banyak dari orang-orang yang sudah lebih dulu menerapkan gaya hidup minim sampah.


6. Jangan Takut Gagal—Semua Orang Mulai dari Nol

Penting untuk diingat: zero waste bukan perlombaan. Setiap orang punya konteks dan keterbatasan masing-masing. Mungkin kamu belum bisa mengompos, atau belum bisa sepenuhnya bebas plastik. Itu tidak masalah.

Yang penting adalah niat dan usaha untuk lebih bijak setiap hari. Setiap keputusan kecil—menolak sedotan, membawa tas sendiri, memperbaiki barang yang rusak—adalah kontribusi nyata.

Tags: artikel, uma, uma terbaik

INSTAGRAM

I9 Form

PETA LOKASI

Berita Terbaru
UMA Gelar Rapat Koordinasi Pengisian IKU PTS 2026 dan Pelaporan Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
...
Delegasi Universiti Kuala Lumpur Kunjungi Laboratorium Teknik Elektro UMA, Perkuat Kerja Sama Internasional
...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Siapkan Talenta Global dari Sumatera Utara
...
Rektor UMA Tetapkan Pejabat Sementara Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran
...
Prestasi Internasional, UMA Peringkat #1 PTS Sumatera Utara di QS Asia University Rankings 2026
...
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

  • 388
  • 269
  • 5,256
  • 19,061
  • 635,672
  • 312,293
  • 150
© 2026 BPM - Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian